Page 284 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 284

Selamat Pagi, KoevoluSi

           Setidaknya bagi Diva.
              “Sudah malam,” Re melirik jam tangannya.

              “Dari tadi juga malam.”
              “Dan, sudah lama aku nggak ngobrol begini dengan
           seseorang,” sambung Re lagi.
              “Sudah lama juga aku nggak kedatangan tamu.”
              “Maksudmu?”

              “Rumah ini asosial, Ferre. Malah, bagi kebun kecil ini,
           kamu menjadi pengalaman sosialisasinya yang pertama.”
              “Suatu kehormatan bagiku. Dan, tolong sampaikan pada
           kebun kecil ini bahwa pemiliknya menganggap dia Kebun
           Raya Bogor dan memberlakukan proteksi yang le bih ketat
           dari cagar alam mana pun di dunia.”
              Diva tertawa. Lepas. Enak sekali rasanya.
              “Kita bertemu lagi besok pagi?”

              “Di depan rumah?”
              “Ya. Di depan rumah.”





           Ferre


           “Halo? Re? Selamat, ya. Aku dengar kamu langsung bisa
           ngantor.  Hebat.  Terbuat  dari  apa,  sih,  kamu?  Besi?”  suara
           Alé yang setengah teriak-teriak memekakkan telinganya.

           Bicara anak Ambon itu pun sudah normal, kembali tanpa
           filter.  “Eh, sudah dari tadi  aku coba  telepon ke  rumahmu,


                                                                 273
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289