Page 285 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 285

KEPING 28


           tapi, kok, tidak diangkat? HP-mu juga.”
             “Sori. Tadi aku pergi. HP nggak dibawa.”

             “Sudah pelesir segala? Pergi ke mana?”
             “Cuma ke rumah depan.”
             “Diva?” Tanpa dilihat sudah terbayang mulut Alé yang
           me nganga seperti gua hantu. “Kamu nggak—? Oh, no. Dude,
           kamu pakai proteksi, kan?”
             “Dasar otak bandit! Kamu pikir aku pakai dia, gitu?”
             “Well, excuse me? Cowok baru patah hati, baru sadar punya
           tetangga cakep yang bisa dipakai pula, dan punya cukup duit

           buat bayar. Wajar, kan, kalau pikiran itu sem pat terlintas?”
             “Hei, jangan ngomong tentang Diva seperti itu. Dia sama
           sekali nggak seperti yang kamu bayangkan. Kami tadi
           ngobrol, berjam-jam—”
             “Ngobrol? Berjam-jam?”
             “Orang satu itu pengetahuannya luar biasa. Kami diskusi
           tentang pasar bebas, bisnis internet, utang dunia ketiga, per-
           buruhan, bahkan membahas Marxisme.”
             “No fucking way!”
             “Dan, dia hafal angka-angka, statistik, bukan cuma satu-

           dua negara, bukan cuma satu-dua korporasi besar, tapi bu-
           anyak! Info-info yang dia miliki sangat ekstensif. Kayak dia
           pernah kerja di banyak tempat atau punya ra tusan informan.”
             “Jangan-jangan, di balik profesinya itu, dia memang
           beneran mata-mata. Atau—”
             “Lé, simpan saja imajinasimu untuk sektor lain.”




           274
   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290