Page 303 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 303
KEPING 30
hidung. Dan, ia merasakan Sahara dari sebutir pa sir yang
hinggap di kulitnya.
Memar di tubuhnya hilang, juga rasa sakitnya. Kulitnya
menghalus tak terkira. Matanya bersinar jernih, dan selu ruh
saraf di tubuhnya siaga berkali-kali lipat. Muncul tonjolan
halus di pertemuan alisnya.
Semua detik adalah baru, tidak ada pengulangan. Me-
makan sebutir apel rasanya makan berkeranjang-keranjang.
Tidak ada memori yang tersimpan. Ia hanya berpikir kalau
ia mau. Dan, ilmu bagaikan sinar yang tinggal diserapnya
begitu saja. Buku hanya masalah pemahaman dan sedikit
waktu.
Sekalipun kakinya sudah kembali berpijak di bumi,
sayap-sayapnya tidak hilang. Ia dapat melepaskan ikatan
tubuhnya kapan saja ia mau. Ia hanya ingin menikmati hi-
dup. Bermain-main. Suka atau duka, tangis atau tawa, semua
terjadi bersamaan baginya. Ia merasakan emosi-emosi itu,
memberikan reaksi, tetapi dalam sekelebat ia pun bisa pergi.
Dirinya menjadi cermin yang hidup. Ketika ia dibenci,
sesungguhnya orang yang membenci itu sedang benci dirinya
sendiri. Ketika ia bercinta dengan seseorang, orang itu se be-
narnya sedang bercinta dengan dirinya sen diri. Ia hanya
saluran yang dilewati arus energi. Dan, ke tika ia jatuh cinta,
....
Tiba-tiba perhatian Re teralih.
292

