Page 60 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 60
Putri
Ketika mobil itu meninggalkannya, Rana masih tidak
ber anjak. Ia berdiri tegak di lobi, kaki menjejak ke tanah,
tapi tidak demikian dengan pikirannya yang sibuk men cari,
bertanya. Di mana batas itu? Batas ketahanannya untuk terus
bersandiwara.
Ia iri pada dirinya yang dulu. Rana yang tidak sadar.
Rana yang tidak terganggu dengan hidup monotonnya. Rana
yang tidak keberatan memiliki hati dingin tanpa api. Rana
yang tak pernah bertanya. Lihat bagaimana sekarang pikir-
annya kewalahan mencari, mengais-ngais tumpukan doku-
men usang. Dan, oh, coba tengok apa yang ia temu kan:
Rana yang baru lulus kuliah
Setelah lima tahun mengonsumsi ilmu Teknik Industri
yang sama sekali tak diinginkannya itu, ia akhirnya ter bebas
dari utang kepada orangtua, sekaligus menghabisi masa lima
tahun mereka membangga-banggakan anaknya yang lulus
UMPTN, masuk ITB, dan kuliah teknik. Kini, Rana bebas
memilih. Terjun ke dunia jurnalistik, jadi re porter, sibuk ke
sana sini dan bertemu banyak orang. Tapi, bukan ini titik
yang ia tuju. Rana yang barusan sudah ter lampau palsu.
Luwes cuma karena polesan. Paling-paling pekerjaannya ini
cuma pelarian. Pikirannya pun terus men cari.
49

