Page 55 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 55
KEPING 2
Inilah saat suara piano biasanya kembali mengalun.
Meng iringi langkah-langkah kaki yang ringan dan penuh
sukacita.
“Rana....”
Gadis itu menoleh, bola matanya bersinar indah. Tak ada
yang bisa memungkiri, ternyata di sanalah hati Re tertambat.
Di sinar mata yang siap mendobrak kung kungan demi mim-
pi yang setinggi langit. Sinar mata yang mengingatkan ke-
pa da dirinya sendiri.
“Kamu anak bungsu?”
“Kok, tahu?”
Re cuma tersenyum kecil, mengangkat bahu. Putri Bungsu
dari Kerajaan Bidadari. Tak kusangka akan me nemukanmu se-
cepat ini.
Di sinilah momen alunan biola biasanya kembali ter-
dengar. Sampai sekarang, Re pun masih bisa mendengar nya.
Namun, terkadang bunyinya amat sumbang. Me ngoyak dan
menyayat.
Ia ingin tidur.
44

