Page 156 - In a Blue Moon
P. 156

Lucas	terdiam	sejenak,	lalu	mengangkat	bahu.	”Yah,	kurasa
                  dia	benar,”	katanya	sambil	tersenyum.
                    Apa	 pula	 maksudnya	 itu?	 pikir	 Miranda	 dengan	 kening
                  berkerut.	 Apakah	 ini	 ada	 hubungannya	 dengan	 cincin	 yang
                  kini	tergantung	di	kalung	Sophie	Wilson?
                    ”Oh,	di	mana	cincinmu?”	tanya	Miranda	dengan	nada	po-

                  los.	”Cincin	milik	almarhum	nenekmu,	maksudku.	Yang	selalu
                  kaukenakan.”
                    Lucas	 menatap	 jemari	 tangan	 kirinya.	 ”Aku	 melepaskan-
                  nya,”	katanya	singkat.
                    Tidak	 ada	 penjelasan	 lebih	 lanjut.	 Miranda	 ragu	 sejenak.
                  Ia	 ingin	 bertanya	 lebih	 jauh,	 tetapi	 ia	 tidak	 yakin	 ia	 ingin
                  mendengar	jawaban	Lucas.
                    ”Jadi	kenapa	kau	mencariku,	Miranda?”	tanya	Lucas.	”Ha-
          154
                  nya	untuk	mengantarkan	kue	ini?”
                    Miranda	 memasang	 senyumnya	 kembali	 dan	 bergumam
                  membenarkan.	”Dan	aku	juga	ingin	memastikan	bahwa	kau
                  tidak	 lupa	 kita	 akan	 menghadiri	 pesta	 Natal	 di	 The	 Plaza
                  besok.”
                    ”Pesta	Natal	apa?”
                    ”Oh,	Lucas,”	Miranda	mendesah	keras.	”Kenapa	kau	tidak
                  pernah	mengingat	janjimu?”

                    ”Pesta	Natal	apa?”	tanya	Lucas	sekali	lagi.
                    Miranda	 bersedekap.	 ”Pesta	 Natal	 yang	 diselenggarakan
                  oleh	perancang	busana	yang	menyewaku	sebagai	model	uta-
                  ma	mereka.	Aku	sudah	memberitahumu	berminggu-minggu
                  lalu.	 Ini	 pesta	 yang	 penting,	 Lucas,	 dan	 kau	 sudah	 berjanji
                  akan	menemaniku	ke	sana.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   154                     3/30/2015   10:43:20 AM
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161