Page 159 - In a Blue Moon
P. 159
”Diamlah,” bisik Sophie dengan rahang terkatup, ”sebelum
aku menjejal mulutmu dengan tomat utuh.”
Nic memutar bola matanya dengan sikap dramatis. ”Baik-
lah,” desahnya, ”tapi di mana cincinmu?”
Sophie mencengkeram garpunya erat-erat dan menarik
napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
”Omong-omong, kuharap kalian bisa meluangkan waktu
hari Sabtu nanti,” kata kakek Sophie tiba-tiba sambil meman-
dang mereka semua.
”Memangnya kenapa?” tanya Tyler.
”Teman baikku, Gordon Ford—dia datang menghadiri
pesta perkawinan Tyler, kuharap kalian masih ingat pada-
nya—mengundang kita makan malam di Ramses hari Sabtu
nanti,” jelas Thomas Wilson. Lalu ia menatap Nic sambil
157
tersenyum, ”Tentu saja kau juga ikut, Nic.”
”Oh, benarkah? Terima kasih!” sahut Nic penuh semangat.
”Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan makan malam
di Ramses.”
Tyler bersiul pendek. ”Wow, akhirnya kita bisa makan di
Ramses? Aku juga tidak akan melewatkannya.”
Thomas Wilson berpaling ke arah Sophie. ”Bagaimana,
Sophie? Kau bisa meluangkan waktu, bukan?”
Sophie mengangguk. ”Ya, tidak masalah.”
Alis kakeknya terangkat. ”Sepertinya kau tidak terkejut
mendengar kita akan diundang makan malam di Ramses.”
Sophie berdeham pelan. ”Itu... Lucas Ford sudah memberi-
tahuku.”
”Kau bertemu dengannya hari ini?” tanya kakeknya.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 157 3/30/2015 10:43:20 AM

