Page 242 - Supernova 4, Partikel
P. 242

“Akar?” Elektra berbisik.

          “Kamu—Petir?” bisik Bodhi.

          Keduanya  terpaku  di  tempat  masing-masing.  Berusaha  mencerna  sesuatu  yang  begitu
        besar hingga membekukan waktu. Berusaha kembali ke realitas yang mereka kenal. Ruang
        praktik. Elektra Pop. Kota Bandung. Bodhi dan Elektra.

          Hampir  bersamaan,  mereka  mengurut  pelipis  kanan  masing-masing.  Menyadari
        hantaman godam di kepala mereka telah sirna. Berganti tanda tanya yang lebih besar.
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247