Page 67 - E-MODUL PBL-RWA SISWA KLS 8-ANINDA
P. 67
Aninda Ayu K., dkk E-Modul Guru PBL-RWA
d. Rempah- rempah
(a) (b)
Sumber :dok. pribadi
Gambar 2.9 Rempah-rempah sebagai pengawet alami (a) kayu manis dan (b)biji pala
Bahan makanan selanjutnya yang bermanfaat sebagai pengawet
makanan alami adalah kayu manis. Kayu manis bersifat bakteridal hingga
mampu menghambat tumbuhnya khamir atau kapang pada makanan dan
mencegahnya membusuk atau basi.
Selain kayu manis, para ahli mengungkapkan jika biji pala
mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri
dan kuman penyebab rusaknya makanan. Sejak zaman dulu, biji pala
digunakan sebagai pengawet alami baik untuk makanan atau bahan-bahan
lainnya. Biji pala bahkan bernilai jual sangat tinggi di zaman dulu karena
manfaatnya yang luar biasa.
e. Kluwak
Kluwak (Pangium edule Reinw) selain sebagai bumbu dan pemberi
warna juga dapat digunakan sebagai pengawet. Kluwak biasanya digunkan
sebgai pengawet ikan segar.
Cara penggunaannya, buah kluwak
dicincang halus, dikeringkan kemudian
dimasukkan ke dalam perut ikan yang telah
dibersihkan isi perutnya. Biasanya pengawetan
ikan segar dengan kluwak dilakukan oleh nelayan Sumber: dok. pribadi
di daerah Banten. Nelayan biasanya Gambar 2.10 buah kluwak
mengawetkan ikan untuk pengiriman jarak jauh. sebagai pengawet alami
2. Pengawet buatan
Pengawet buatan adalah pengawet yang terbuat dari bahan-bahan kimia
yang dapat mengawetkan produk secara kimiawi. Pengawet buatan biasanya
bersifat lebih pekat, lebih murah dan cepat bereaksi, tidak mempengaruhi rasa/
warna pada makanan atau minuman. Penggunaan pewarna buatan membuat
produk (makanan/ minuman) mampu bertahan lebih lama dibandingkan pengawet
alami. Sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat yang
berbahaya bagi kesehatan dan kadang bersifat karsinogenik. Pengawet yang banyak
dijual dipasaran dan digunakan untuk mengawetkan berbagai pangan adalah benzoat,
47

