Page 63 - E-MODUL PBL-RWA SISWA KLS 8-ANINDA
P. 63
Aninda Ayu K., dkk E-Modul Guru PBL-RWA
Aplikasi di Dunia Nyata (Real World Application)
Efek Penggunaan Boraks pada Makanan dan Slime terhadap
Kesehatan
Sumber : Grid.id Sumber: motherandbaby.id
Gambar 2.4 efek penggunaan slime yang mengandung boraks pada tubuh (1) slime
yang mengandung boraks (2) tangan yang terbakar karena bermain slime
Sebuah kasus yang terjadi di Massachusets, Amerika Serikat seorang anak
mengalami luka bakar ditangannya saat bermain slime. Setelah melalui
pemeriksaan dokter, hasilnya menunjukkan bahwa tangan anak tersebut mengalami
luka bakar akibat bahan kimia boraks yang ada di dalamnya. Boraks atau yang juga
disebut tetrasodium borate akan memberikan tekstur kenyal pada slime. Bahan
kimia ini ternyata juga sering dipakai dalam produk deterjen pencuci pakaian menilik
laporan yang diterbitkan The Asian Parent 2017 silam. Sehingga akan menimbulkan
efek panas pada tangan jika terlalu lama digunakan.
Boraks tidak jarang digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai
makanan. Hal itu karena boraks dinilai dapat mengawetkan produk, serta dapat
meningkatkan kerenyahan makanan. Di Indonesia, penambahan boraks pada
makanan sudah dilarang. Meski begitu, masih dapat dijumpai makanan yang
mengandung boraks di pasaran. Mulai dari bakso, mie, kerupuk, dan beberapa jenis
jajanan pasar. Boraks dalam dosis tinggi dapat meracuni semua sel-sel tubuh ketika
tertelandan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati
adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat
mengonsumsi makanan yang mengandung boraks.Dikutip dari laman Badan POM
RI, efek jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengonsumsi makanan
mengandung boraks adalah kerusakan hati bahkan kanker.
Dalam satu penelitian yang dilakukan pada hewan, ilmuan menemukan
bahwa tikus jantan yang diberi zat kimia ini mengalami penyusutan jaringan testis
sementara efeknya pada tikus betina dapat memengaruhi sistem reproduksi yang
menyebabkan gangguan kesuburan. Pada tikus yang sedang hamil, paparan zat
kimia ini dapat masuk ke dalam plasenta yang pada akhirnya mengganggu
perkembangan janin dalam rahim. Bahkan efek zat kimia satu ini juga diketahui
dapat menyebabkan berat badan lahir rendah pada janin dari induk tikus yang
hamil.
43

