Page 105 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 105

“Datangkanlah  siksaan  Allah  itu,  hai  Lū¯,  jika  sekiranya  engkau  orang
                         yang benar”. Karena kaumnya semakin memusuhi Nabi Lū¯, akhirnya Nabi
                         Lū¯  a.s.    menyerahkan  kepada  Allah  Yang  Maha  Kuasa:  “Ya  Tuhanku,
                         tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan
                         itu”. (Q.S. al-Ankabūt/29: 30)
                         Permohonan Nabi Lū¯ pun dikabulkan oleh Allah Swt. Pada akhir tengah
                         malam Nabi Lū¯ a.s. beserta dua orang putrinya diperintahkan Allah Swt.
                         berjalan cepat keluar kota. Kemudian, ketika fajar menyingsing, bergetarlah
                         dengan dahsyat bumi dan seisinya. Getaran itu lebih hebat dan kuat daripada
                         gempa bumi dan juga diiringi dengan angin kencang serta hujan batu yang
                         menghancurkan kota beserta seluruh kaum Lū¯ yang durhaka.

                      5. Proses Pembelajaran
                         a. Persiapan
                           1)  Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan berdoa
                               bersama.
                           2)  Guru memeriksa kehadiran, kerapihan berpakaian, posisi dan tempat
                               duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
                           3)  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
                           4)  Beberapa  alternatif  media/alat  peraga/alat  bantu  dapat  berupa
                               illustrasi gambar atau tayangan visual (film) yang relevan.
                           5)  Beberapa  alternatif  model/strategi/metode  pembelajaran  yang
                               digunakan  di  antaranya  (1)  ceramah  interaktif  (menceritakan
                               dan  menjelaskan  kisah  melalui  gambar  atau  tayangan  visual/film
                               yang  bersifat  kontekstual  kekinian),  (2)  diskusi  dalam  bentuk  the
                               educational-diagnosis  meeting  artinya  peserta  didik  berbincang
                               mengenai  pelajaran  di  kelas  dengan  maksud  saling  mengoreksi
                               pemahaman  mereka  atas  pelajaran/materi  yang  diterimanya  agar
                               masing-masing memperoleh pemahaman yang benar, dan dilengkapi
                               dengan lembar pengamatan dalam pelaksanaan diskusi.


                         b. Pelaksanaan
                            1)  Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang kisah keteladanan
                               Nabi Lū¯ a.s. terkait nabi yang mempunyai sikap disiplin.
                            2)  Peserta  didik  diberi  kesempatan  untuk  bertanya  tentang  hal  yang
                               telah  disimaknya,  apabila  mengalami  kesulitan  guru  memberikan
                               bimbingan dan panduan (stimulus) agar peserta didik mencari tahu
                               dengan cara menanya.
                            3)  Pertanyaan peserta didik yang diharapkan tidak saja apa atau siapa,
                               tetapi mengapa dan bagaimana.
                            4)  Pertanyaan peserta didik diinventarisir guru.






                                                                                  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti   93
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110