Page 31 - IPS KLS 9 BUKU GURU
P. 31

inkuiri (Inquiry-Learning). Tidak ada perbedaan  prinsip di antara kedua
                    istilah  ini.  Discovery  Learning  lebih  menekankan  pada  ditemukannya
                    konsep  atau  prinsip  yang  sebelumnya  tidak  diketahui.  Perbedaannya
                    dengan inquiry ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan
                    kepada peserta didik semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Dalam
                    mengaplikasikan  metode  Discovery  Learning  guru  berperan  sebagai
                    pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
                    belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing
                    dan  mengarahkan  kegiatan  belajar  peserta  didik  sesuai  dengan  tujuan.
                    Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher
                    oriented menjadi student oriented. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk
                    akhir, sehingga peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan
                    menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis,
                    mengintegrasikan,    mereorganisasikan      bahan     serta   membuat
                    simpulansimpulan.  (Implementasi  Kurikulum  2013,  Materi  Pelatihan
                    Guru,  Ilmu  Pengetahuan  Sosial  SMP,  Kementerian  Pendidikan  Dan
                    Kebudayaan,  2013)  Langkah-Langkah  Pembelajaran  Discovery-Inquiry
                    sebagai berikut. a) Langkah Persiapan
                     (1) Menentukan tujuan pembelajaran.
                     (2) Melakukan identifi kasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal,
                         minat, gaya belajar, dan sebagainya).
                     (3) Memilih materi pembelajaran.
                     (4) Menentukan  topik-topik  yang  harus  dipelajari  peserta  didik  secara
                         induktif (daricontoh-contoh generalisasi).
                     (5) Mengembangkan       bahan-bahan    pembelajaran     yang    berupa
                         contohcontoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta
                         didik.
                     (6) Mengatur  topik-topik  materi  pembelajaran  dari  yang  sederhana  ke
                         kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik
                         sampai ke simbolik.
                     (7) Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.


                 b) Pelaksanaan
                        (1) Stimulasi/Pemberian Rangsangan
                         Pertama-tama  peserta  didik  dihadapkan  pada  sesuatu  yang
                         menimbulkan masalah. Kemudian guru dapat memulai kegiatan
                         PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan
                         aktivitas  belajar  lainnya  yang  mengarah  pada  persiapan
                         pemecahan masalah.







                                                                   Ilmu Pengetahuan Sosial   1

                                                                                           9
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36