Page 492 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 492

Bab 6 Momentum




                          maupun kecepatan pusat massa. Selanjutnya, mengingat hukum Newton
                              
                                    
                          II  F   m a , kita juga dapat menulis


                                                      
                                          F   F  ...   F
                                                2
                                           1
                                   a pm    m   m  ...   m n n                             (6.46)
                                                2
                                           1


                          Hubungan  gerakan  pusat  massa  dan  hukum  kekekalan  momentum
                          linier

                                   Telah kita bahas bahwa jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada
                          system maka momentum total sistem konstan meskipun terjadi tumbukan
                                                 
                                                                             
                                                                     
                                                                 
                                                            
                                                     
                          antar sistem. Atau  p     p   ... p   p'  p'  ...  p' . Kita bagi ke dua ruas
                                                                  1
                                                                       2
                                                                               m
                                                       2
                                                             n
                                                  1
                                                
                          dengan  (m    m   ... m n )   maka diperoleh
                                      1
                                           2

                                                               
                                    p   p ...   p n    p  p ...   p' m
                                                         '
                                                             '
                                                         1
                                                             2
                                          2
                                     1
                                   m   m ...   m n  m   m ...   m n                     (6.47)
                                     1
                                                        1
                                                             2
                                          2

                          Selama tumbukan tidak terjadi perubahan massa total. Jumlah partikel
                          bisa saja berubah (makin sedikit atau makin banyak) tetapi massa total
                          partikel sama. Dengan demikian

                                   m   m ...   m   m  m ...  m
                                                        1
                                                             2
                                                   n
                                     1
                                                                      m
                                          2

                          Dengan kesamaan ini maka penyebut di ruas kanan dapat diganti dengan
                           (m  m   ... m m )   sehingga kita peroleh
                                        
                                  2
                             1

                                                              
                                    p   p ...   p n    p  p ...   p' m
                                                        '
                                                            '
                                                        1
                                          2
                                     1
                                                             2
                                   m   m ...  m n  m   m ...  m m                       (6.47)
                                     1
                                                             2
                                                        1
                                          2

                                                            478
   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497