Page 255 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 255

Bab 3 Listrik Arus Searah



                                   I  R     0


                                I1 R1 + I1 R3 – (1 + 2) = 0

                        Berdasarkan perjanjian untuk tanda sumber tegangan, maka dari Gambar

                        3.30 kita peroleh 1 = + 2V dan 2 = - 4 V. Dengan demikian,

                                I1  100 + I1  500 – (2 – 4) = 0

                                600 I1 + 2 = 0

                                I1 = -2/600 = 0,003 A

                        Untuk loop 2 berlaku:


                                   I  R     0


                                I2 R2– (2 + 3) = 0


                        Berdasarkan perjanjian untuk tanda sumber tegangan maka dari Gambar
                        3.30 kita peroleh 2 = + 4V dan 3 = + 8 V. Dengan demikian


                                400 I2 – (4 + 8) = 0
                                400 I2 – 12 = 0
                                I2 = 12/400 = 0,03 A

                                Berdasarkan hasil di atas, arus yang mengalir pada loop kiri adalah

                        0,003  A  dengan  arah  berlawanan  dengan  yang  dilukiskan  pada  Gambar
                        3.30. Arus yang mengalir pada loop 2 adalah 0,03 A sesuai dengan arah
                        yang dilukiskan pada Gambar 3.30.

                                Secara umum, rangkaian elektrok pada barang kebutuhan manusia
                        seperti TV, tape recorder, radio, dan sebagainya terdiri dari banyak sekali
                        loop. Loop yang ada biasanya sangat rumit dan besar arus serta tegangan
                        pada bagian-bagiannya sulit diselesaikan secara sederhana seperti di atas.
                        Loop yang dipelajari di Fisika Dasar umumnya sangat sederhana, sekedar

                        untuk  memberi  pemahaman  pada  mahasiswa  bagaimana  metode
                        penyelesain  persoalan  arus  listrik  pada  rangkaian.  Metode  tersebut  tetap
                        berlaku untuk loop bentuk apa pun, hanya langkah penyelesaian yang lebih

                        panjang dan rumit. Tetapi, dengan adanya kompouter yang makin canggih,
                                                           243
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260