Page 128 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 128
a (x, y) → (x', y') cosα− sinα C. Komposisi Transformasi
x' = x cos a – y sinα cosα
sin a a. Komposisi dua translasi berurutan T
1
y' = x sin a – y dilanjutkan T dapat diganti dengan translasi
2
cos a tunggal (komposisi kedua translasi).
+
c
a ac
2. Rotasi terhadap titik (a, b) T = TT 2 = = bd
+
1
b
+
d
Jika titik A (x,y) dirotasikan sebesar a
terhadap titik (a,b) berlaku hubungan:
b. Komposisi dua refleksi berurutan
−
−
x' a cosα− sinα x a
−
menghasilkan translasi dua kali jarak antara
−
−
y' b sinα cosα y b
dua sumbu. Urutan refleksi menentukan arah
d. Dilatasi (Perkalian atau Pembesaran) translasi.
Misalkan, M dan M adalah refleksi terhadap
Suatu titik A (x,y) didilatasikan dengan pusat 1 2
O (0,0) dengan faktor skala k akan mempunyai garis x = a dan x = b maka:
bayangan A'(x',y') dapat dituliskan: P (x,y → P' ( (2 a b− ) + x,y )
)
1 o M
M
2
)
P (x,y → P' ( (2 a b− ) + x,y )
1 o M
M
2
x
x' k 0
]
=
[O,k
A(x,y) → A'(kx,ky) atau
y
y'
0 k
c. Komposisi dua rotasi yang sepusat sebesar
θ dilanjutkan θ dapat diganti dengan rotasi
1
2
Jika titik A (x,y) didilatasikan pada titik P (a,b) sebesar ( θ + θ ) dengan pusat rotasi sama.
dengan faktor skala k maka bayangan A′(x′,y′) 1 2
dapat dirumuskan:
D. Luas Bangun Hasil Suatu
−
−
x' a k 0 x a
=
−
−
y' b 0 k y b Transformasi
Suatu bangun A ditransformasikan dengan
a c
matriks , hasilnya bangun A' maka luas A′
bd
−
= ad bc × luas A (luas bayangan = determinan
(M) x Luas semula).
127

