Page 125 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 125

2.   Sifat asosiatif, yaitu:               2.   Pembagian dalam bentuk vektor
                                                                        z
                             a
                   ( ab+  ) c+=+ ( b c+  )                                    n
                                                                        m
                                                                 A       P
                3.   Sifat identitas (vektor nol), yaitu:                        B
                                                                  b  b    b
                     +
                    a0 =  a                                             O(0,0)    Y
                4.    Memiliki invers, yaitu vektor lawannya:      X
                                                                      
                      ( ) a =
                   a +−    0                                   Jika a , b , dan p adalah vektor posisi dari

                                                              titik A, B, dan P dengan perbandingan AP
            C.   Vektor di Ruang Tiga                         : PB = m : n.
                 Dimensi                                      Maka:       
                                                                          AP   m
                                                                            =
            a.   Vektor Satuan                                                           PB  n    
                                                                           
                                                                        
                                                                                   −
                                                                       ⋅
                                                                                ⋅
                                                                         −
                1.   Vektor  satuan  adalah  vektor  yang                        n (p a)  =  m (b p)  
                                                                                 
                                                                           
                                                                       
                                                                      ⋅
                                                                        −⋅
                                                                                ⋅−
                                                                                     ⋅
                   memiliki besar satu satuan.                               np n a  =  m b mp
                                                                           
                                                                      
                                                                                     
                                                                                 
                                                                      ⋅+
                                                                                ⋅
                                                                          ⋅
                                                                                  +⋅
                2.   Jika vektor a berada di ruang tiga  dimensi                    np m p  =  m b na 
                                                                                 
                                                                      
                                                                                  +⋅
                                                                         +
                                                                                ⋅
                   maka posisinya bisa dituliskan di dalam                        p(n m)  =  m b na 
                                                                                 
                                                                           
                                                                                   +⋅
                                                                                 ⋅
                   koordinat (x,y, dan z).                                                  p  =   m b na
                                                                                (n m)
                                                                                  +
                              
                       a
                Contoh:  ( xi yj zk=  +  +  )              3.   Pembagian dalam bentuk koordinat
                Dimana:                                        Jika titik P (x , y  , z ) membagi garis AB di
                                                                        p
                                                                          p
                                                                             p
                                                             mana A (x , y  , z ) dengan perbandingan

                 i = vektor satuan di sumbu x                    1  1  1
                j = vektor satuan di sumbu y                   AP :PB = m : n  maka:
                
                k = vektor satuan di sumbu z                   x  =   m x +⋅  1  ,
                                                                    ⋅
                                                                        nx
                                                                      2
                                                                       +
                                                                p    mn
                                                                        ny
                                                                    ⋅
            b.    Pembagian Ruas Garis dalam Bentuk           y   =  m y +⋅  1  ,
                                                                      2
                                                               p
                                                                       +
                Vektor dan Koordinat                                 mn
                                                                        nz
                                                                    ⋅
                                                              z   =  m z +⋅  1
                                                                      2
                1.   Pembagian dalam ruas garis                  p   mn
                                                                       +
                               n
                        m                              D.   Perkalian Skalar Dua
                                     B
                             P                              Vektor
                                 A                     a.   Perkalian Skalar Dua Vektor
                    Titik P berada di antara titik A dan B dan      Perkalian  skalar  antara  vektor  a  dan b
                                                                                 
                                                                                
                   mem bagi garis AB dengan perbandingan   dituliskan dengan notasi  a.b   (dibaca: a dot
                   AP : PB = m : n                         b) yang didefinisikan sebagai berikut:
                           m                               1.    Jika  diketahui  dua  vektor  berbentuk
                                     P
                                                              komponen:
                             B
                                                                   a 1       b 1 
                                                                          
                                                                              
                                                               
                                                                     
                                                                  
                     A            n                              a  =  a  dan  b  =  b 2  
                                                                              
                                                                  
                                                                    2 
                                                                   a         b  
                    Titik P membagi garis AB di luar  dengan        3         3 
                                                                      
                                                                     
                   per bandingan AP : PB = m : (–n)            Maka:  a.b =  a b⋅  1  + ab +  ab 3
                                                                                       ⋅
                                                                                 ⋅

                                                                                2
                                                                                      3
                                                                                   2
                                                                          1
           124
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130