Page 124 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 124
2. Metode jajargenjang
b
b
Langkah-langkah pengurangan ( ab− ):
R
• Letakkan pangkal vektor a dan negatif
vektor b saling berimpit.
2. Metode jajargenjang • Tarik garis putus-putus sejajar vektor a
Langkah-langkah penjumlahan ( ab+ ): dan negatif vektor b sampai bertemu
• Letakkan pangkal vektor a dan b saling pada satu titik.
berimpit. • Tarik garis dari pangkal kedua vektor
• Tarik garis putus-putus sejajar vektor a sampai titik pertemuan garis putus-
dan b sampai bertemu pada satu titik. putus tersebut maka vektor R adalah
• Tarik garis dari pangkal kedua vektor hasil pengurangan kedua vektor tersebut
sampai titik pertemuan garis putus- (R =− ).
ab
putus tersebut maka vektor R adalah
hasil penjumlahan kedua vektor tersebut
(R =+ ). R b
ab
− b q
Besar vektor hasil pengurangan secara
b R
geometris:
q b
a b = a + b − 2 a b cosθ
2
2
−
Besar vektor hasil penjumlahan secara
geometris:
Keterangan:
2 2
a b = a + b − 2 a b cosθ a = panjang vektor a
−
Keterangan: b = panjang vektor b
a = panjang vektor a q = sudut antara vektor a dan vektor b
b = panjang vektor b b. Operasi Perkalian Vektor dengan Bilangan
q = sudut antara vektor a dan vektor b Real (Skalar)
Pengurangan ( ab− ) 1. Jika m adalah bilangan real dan a adalah
1. Metode segitiga vektor maka hasil kalinya:
Langkah-langkah pengurangan (ab− ):
• Letakkan pangkal negatif vektor b ma⋅ = aaa+++ ....(sebanyak m kali)
berimpit dengan ujung vektor a. 2. Jika nilai m adalah bilangan real positif
• Tarik garis dari pangkal vektor a ke ujung maka vektor m.a searah dengan vektor a
negatif vektor b maka vektor R adalah 3. Jika nilai m adalah bilangan real negatif
hasil pengurangan kedua vektor tersebut maka vektor m.a berlawanan arah
( R =− ). dengan vektor a
ab
c. Sifat Operasi Penjumlahan, Pengurangan,
− b
dan Perkalian dengan Bilangan Real
b
R
1. Sifat komutatif, yaitu:
b a
+
ab =+
123

