Page 123 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 123
Bab 19
Vektor
A. Definisi Vektor 2. Panjang vektor posisi b adalah:
• Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan 2 2
b= ( ) ( )
+ y
x
arah. Contoh: gaya dan percepatan dalam 2 2
bidang fisika. 3. Panjang vektor posisi AB adalah:
• Vektor digambarkan dengan garis anak panah.
Contoh: panjang garis (dari A ke B) adalah AB = (x − x 1 ) (y − y 1 ) 2
2
+
2
2
besar nilai vektor. Arah panah menunjukkan
arah vektor.
• Simbol vektor dituliskan dengan tanda panah B. Operasi Vektor
di atas ( AB = ) atau dengan huruf tebal (AB a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
a
= a). Jika diketahui terdapat dua buah vektor a
Jika diketahui vektor a dan b pangkalnya dan b maka penjumlahan vektor a dan vektor
melalui titik asal O (0,0) dan memiliki b dapat dilakukan dengan metode sebagai
koordinat di titik A (x ,y ) dan B (x ,y ) maka berikut:
1 1 2 2
vektor OA atau OB disebut vektor posisi a
atau b. Sedangkan, vektor AB ditentukan
oleh: b
b
A (x , y )
1 1
b B (x , y ) 2 Penjumlahan (ab+ )
2
b
1. Metode segitiga
O (0,0)
Langkah-langkah penjumlahan ( ab+ ):
OA + AB = OB • Letakkan pangkal vektor b berimpit
AB = OB OA− = ba− dengan ujung vektor a.
AB = ( ( x − x 1 ) ( , y − y 1 )) • Tarik garis dari pangkal vektor a ke ujung
2
2
Maka panjang vektor a, b, dan AB vektor b maka vektor R adalah hasil
dirumuskan oleh: penjumlahan kedua vektor tersebut
1. Panjang vektor posisi a adalah: ( R =+ ).
ab
2
+ y
a= ( ) ( ) 2
x
1
1
122

