Page 195 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 195
proses manajemen pada umumnya. Artinya, proses tersebut mesti dimulai
dengan penetapan sasaran dan diakhiri dengan evaluasi.
Secara garis besar, proses manajemen kinerja perusahaan daerah
meliputi lima kegiatan utama yaitu :
Menyepakati dan merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus
dicapai oleh karyawan.
Menyepakati sasaran kerja dalam bentuk hasil yang harus dicapai oleh
karyawan untuk kurun waktu tertentu. Termasuk dalam tahap ini
adalah penetapan standar prestasi dan tolak ukurnya.
Melakukan “monitoring”, melakukan koreksi, memberikan
kesempatan dan bantuan yang diperlukan bawahan.
Menilai prestasi karyawan tersebut dengan cara membandingkan
prestasi yang dicapai dengan standar atau tolak ukur yang telah
ditetapkan sebelumnya. Dalam tahap penilaian ini harus tercakup pula
kegiatan mengidentifikasi bidang-bidang yang ada dan dirasakan
terdapat kelemahan pada orang yang dinilai.
Memberikan umpan balik pada karyawan yang dinilai dengan seluruh
hasil penilaian yang dilakukan. Di sini juga dibicarakan tentang cara-
cara untuk memperbaiki kelemahan yang telah diketahui dengan
tujuan meningkatkan prestasi kerja pada periode berikutnya.
b. Manfaat Manajemen Kinerja Bagi Perusahaan Daerah
Perusahaan daerah yang menerapkan manajemen kinerja secara
konsisten dipastikan akan memperoleh sejumlah manfaat sebagai berikut:
a. Perusahaan daerah mengalami peningkatan prestasi kerja karyawan,
baik secara individu maupun kelompok. Hal ini dimungkinkan karena
melalui proses manajemen kinerja, seluruh sumber daya manusia
perusahaan daerah, baik atasan maupun bawahan mendapat
kesempatan untuk mengaktualisasi diri dalam kerangka pencapaian
tujuan perusahaan dengan menetapkan sendiri sasaran kerja dan
standar prestasi yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.
b. Perusahaan daerah mengalami peningkatan produktivitas. Prestasi
karyawan secara perorangan pada akhirnya akan mendorong kinerja
171

