Page 237 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 237
hampir semua manajer menganut seperangkat nilai-nilai dan metode
menjalankan bisnis yang relatif konsisten.
Atas dasar keadaan tersebut, para karyawan dapat mengadopsi nilai-nilai
ini dengan sangat cepat. Perusahaan dengan budaya yang kuat biasanya dinilai
dan dirasakan oleh pihak lain yang telah memiliki gaya tertentu, misalnya
“cara melakukan segala sesuatu” pada perusahaan semacam Procter &
Gamble, Toyota, Samsung, Johnson & Johnson. Mereka sering menjadikan
nilai-nilai yang dianut bersama itu semacam kredo atau pernyataan misi dan
secara serius mendorong para manajer mereka untuk mengikuti pernyataan
tersebut. Selanjutnya, gaya dan nilai-nilai suatu budaya yang kuat cenderung
tidak banyak berubah walaupun ada pergantian CEO karena akar-akarnya
sudah mendalam. Inti kemajuan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh
budaya perusahaan yang tertanam dalam diri setiap karyawan dari level atas
hingga level bawah. Budaya perusahaan adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh
anggota-anggota di dalam suatu kelompok dan cenderung untuk menetap
bahkan apabila anggota kelompok telah berganti. Budaya menggambarkan
pola perilaku atau gaya kerja di suatu perusahaan yang secara otomatis
dianjurkan oleh karyawan senior untuk diikuti oleh karyawan yang baru.
Budaya perusahaan meliputi :
Peraturan-peraturan pokok perusahaan.
Nilai-nilai dasar perusahaan.
Motto perusahaan.
Kinerja seseorang agar sukses di perusahaan.
Sikap dan perilaku karyawan yang diinginkan perusahaan.
Kesalahan yang tidak dapat dimaafkan perusahaan.
Mitos, simbol, upacara sebagai ciri esensial perusahaan
Asumsi dasar pekerjaan, sifat, dan hubungan kerja.
Tiap-tiap perusahaan memiliki nilai budaya perusahaan masing-masing,
berbeda antara satu dengan yang lainnya. Menurut Robbins, (2001) ada tujuh
ciri dari budaya perusahaan sebagai berikut :
a) Inovasi dan pengambilan risiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk
menjadi inovatif dan mengambil risiko.
213

