Page 238 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 238
b) Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan
menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
c) Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya
pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
d) Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan
efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
e) Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim,
bukannya individu.
f) Keagresifan. Budaya organisasi berkaitan dengan agresivitas karyawan.
g) Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya
organisasi yang sudah baik.
Dengan menilai sebuah organisasi/perusahaan berdasarkan tujuh
karakteristik ini, akan diperoleh suatu gambaran yang cukup memadai tentang
budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan
pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu,
bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota
berperilaku (Robbins, 1996 : 289).
Menurut Djokosantoso Moeljono (2005 : 9-10), good corporate culture
(GCC) merupakan inti dari good corporate governance (GCG), dimana GCG
berperan untuk ‘memastikan’ atau ‘menjamin’ bahwa manajemen perusahaan
dilaksanakan dengan ‘baik’. Bahkan, Moeljono menambahkan, GCC
merupakan inti dari empat konteks yaitu Good Corporate Governance,
Management, Corporate Social Responsibility dan Ethics. (Lihat Gambar 3).
214

