Page 44 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 44

'Ya,' kata Harry.


               Kalau saja kepalanya bisa berhenti berdenyut, kalau saja dia bisa meninggalkan
               dapur dan masuk ke kamar tidurnya yang gelap dan berpikir ...


               'Oho! Mereka datang untuk menangkapmu!' kata Paman Vernon, dengan hawa
               kemenangan seseorang yang mencapai kesimpulan tak terbantah. 'Begitu 'kan,
               nak?


               Kau buron dari hukum!'


               'Tentu saja tidak,' kata Harry, menggelengkan kepalanya seolah-olah untuk
               menakuti lalat, pikirannya sekarang berpacu.


               'Lalu kenapa --'


               'Dia pasti yang mengirim mereka,' kata Harry pelan, lebih kepada dirinya sendiri
               daripada kepada Paman Vernon.


               'Apa itu? Siapa yang pasti mengirim mereka?'


               'Lord Voldermort,' kata Harry.

               Dia mencatat dengan suram betapa anehnya bahwa keluarga Dursley, yang

               berjengit, berkedip dan berkuak kalau mereka mendengar kata-kata seperti
               'penyihir',


               'sihir' atau 'tongkat sihir', bisa mendengar nama penyihir terjahat sepanjang masa
               tanpa rasa takut sedikitpun.

               'Lord -- tunggu dulu,' kata Paman Vernon, wajahnya tegang, timbul pandangan

               pengertian ke dalam mata babinya. 'Aku sudah pernah mendengar nama itu ...
               dia yang ...'

               'Membunuh orang tuaku, ya,' kata Harry tanpa minat.


               'Tapi dia sudah hilang,' kata Paman Vernon tidak sabar, tanpa tanda terkecilpun
               bahwa pembunuhan orang tua Harry bisa jadi topik yang menyakitkan. 'Si
               raksasan itu yang bilang. Dia hilang.'


               'Dia sudah kembali,' kata Harry dengan berat.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49