Page 149 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 149

Keping 55


             “Untuk jadi ibuku,” Gio menjawab sambil tersenyum lebar.
                 11
           “Tchau,  Ma.”
                          12
             “Tchauzinho,”  balas Jia. Kehangatan menyusup ke dalam
           hatinya. Meski Gio seperti buku misteri, cinta Gio adalah
           kepastian yang menenangkan.






           Cuitan burung terdengar sesekali di sela-sela lalu-lalang
           kendaraan umum yang melintasi jalanan di depan rumah Sati.
           Bodhi menyelinap keluar dan duduk di bawah pohon beringin
           berhiaskan pot-pot tanah liat. Tidak ada perkembangan yang
           berarti sejak kemarin. Elektra tetap terbaring lemah seperti

           orang habis tenaga.
             Yang lebih mengkhawatirkan Bodhi adalah sikap Elektra
           yang berubah asing. Elektra berhenti berkomunikasi ketika
           melihat Bodhi datang. Langsung memunggungi, diam seperti
           patung, hingga akhirnya terdengar suara orang tertidur.
             Sementara, sejak semalam Bodhi hampir tak tidur. Rasa
           bersalah dan serbasalah karena menjadi pihak yang tak berguna
           mengusiknya semalaman.
             “Bodhi.” Terdengar suara memanggilnya dari arah pagar.
             Bodhi berbalik. Seseorang yang dikenalnya di Elektra Pop
           berdiri di balik pagar. Namanya sudah di ujung lidah.


           11   Ucapan yang lazim diucapkan saat berpisah (bahasa Portugis).
           12   Ucapan yang lazim diucapkan saat berpisah, diucapkan oleh perempuan
             (bahasa Portugis).


           134
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154