Page 150 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 150

IntelIgensI embun PagI

              “Saya Mi’un.”
              “Ah, ya. Mi’un!” Bodhi berseru sambil bangkit menghampiri.

           “Kok, bisa ke sini?” Bodhi merasa pertanyaan itu layak diajukan
           mengingat pagi yang masih sangat dini untuk bertamu.
              “Etra gimana?” tanya Mi’un.
              “Masih tidur.”
              Bodhi menyadari keresahan Mi’un dan seketika timbul

           kecurigaan bahwa Elektra bukan satu-satunya alasan Mi’un
           datang. “Mau masuk?” tanya Bodhi.
              “Ng-nggak, di sini saja. Etra nggak bisa dibangunin, ya?”
              “Kayaknya nggak bisa, tuh.” Bodhi mencuri pandang ke
           arah kanan-kiri dan jalan. “Kamu sendiri?”
              “Ada teman di mobil,” jawab Mi’un, gugup.
              “Mobil yang mana?” tanya Bodhi lagi. Satu-satunya mobil
           yang ia lihat terparkir agak jauh di pinggir jalan, sebuah sedan

           berpelat nomor B.
              “Bisa ikut saya bentar? Ada yang mau ketemu. Kalau bisa
           sama Etra.”
              “Etra nggak mungkin ikut. Ada apa sih, Un?” Bodhi mulai
           mendesak.

              “Aduh.  Punten. Saya nggak bisa bilang. Pokoknya  mah
           kamu ikut saja. Sebentar. Penting.”
              “Saya ambil tas dulu di dalam,” kata Bodhi.
              “Langsung sajalah,” sergah Mi’un cepat.
              “Nggak bisa. Saya harus ambil tas dulu,” tegas Bodhi.
           “Tunggu sebentar.”



                                                                 135
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155