Page 151 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 151

Keping 55


             Mi’un meringis seperti orang nyaris ngompol. Bodhi sudah
           keburu berjalan ke pintu.

             Baru beberapa langkah Bodhi memasuki area toko,
           terdengar bunyi kerang kecil beradu. Sati muncul dari dalam.
           “Pagi, Nak Bodhi,” sapanya.
             “Pagi, Bu.”
             “Pagi sekali sudah bangun. Saya siapkan sarapan, ya,” kata

           Sati sambil menyalakan beberapa pucuk dupa di ruangan.
             “Nggak usah, Bu. Saya cuma mau ambil tas terus sarapan di
           luar. Ada teman yang nunggu. Permisi.” Bodhi melewati Sati,
           masuk ke ruangan berkarpet tempatnya menumpang tidur,
           dan menyambar ranselnya.
             “Ajak saja temanmu sarapan di sini.”
             Bodhi berhenti sejenak.  Wangi dupa yang dibawa Sati
           terasa menenangkan. “Oke. Nanti saya tanyakan.”

             “Orangnya ada di depan?” tanya Sati.
             “Ada.”
             Dengan tangan masih memegang sebatang dupa yang
           menyala Sati membuka pintu. Senyumnya merekah ketika
           mengenali orang yang berdiri di pagar. “Selamat pagi, Nak

           Mi’un. Saya kira siapa. Masuk dulu?” sapanya seraya berjalan
           menghampiri pagar. Bodhi mengikuti dari belakang.
             “Pagi, Bu Sati. Mau langsung jemput Bodhi saja, Bu,” jawab
           Mi’un sambil cengengesan.
             “Buat apa sarapan di luar? Saya bikinkan sarapan yang enak.
           Nggak pakai bayar. Sekalian jenguk Elektra, kan? Mari.” Sati



           136
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156