Page 148 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 148

IntelIgensI embun PagI

           tehnya lalu berdiri dan mengecup kening ibunya. “Pergi dulu,

           Ma.”
              “Pulang jam berapa?”
              “Belum tahu. Nanti aku kabari,” kata Gio seraya meraih
           ranselnya. Beberapa langkah meninggalkan meja makan, Gio

           berputar lagi.
              Jia menyadari hadirnya ekspresi yang jarang ia lihat muncul
           di wajah Gio. “Ada apa?”
              “Kenapa Mama dan Papa kasih aku nama ‘Clavis’?”
              “Mama belum pernah cerita soal itu?”
              Gio menggeleng.

              “Waktu Mama hamil, Mama pernah mimpi. Ada anak
           perempuan kasih Mama kunci dan dia bilang ‘clavis’. Mama
           cerita ke papamu. Dia bilang, ‘clavis’ artinya memang kunci.
           Waktu itu, Mama yakin sekali anak yang kukandung

           perempuan.” Mata ibunya menerawang. “Mama masih ingat
           mukanya. Cantik, bersinar. Bentuk mukanya seperti hati. Eh,
           ternyata, kamu lahir laki-laki.  Tapi, Mama sudah telanjur
           suka dengan ‘clavis’. Mama yakin mimpi itu spesial. Nama itu
           spesial. Akhirnya, tetap kupakai untuk nama tengahmu.”

                                                                  10
              Gio berjalan mendekat, mendekap ibunya erat. “Obrigado,”
           bisiknya.
              “Untuk apa?” Pelukan Gio yang tiba-tiba membuat Jia
           curiga.


           10   Terima kasih (bahasa Portugis).


                                                                 133
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153