Page 242 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 242
IntelIgensI embun PagI
nya harus tetap ada yang meneruskan. Di percakapan kami
terakhir, Diva bilang newsletter Supernova itu cuma cangkang.
Orang di baliknya bukan yang paling penting. Supernova yang
sebenarnya adalah potensi ledakan. Meneruskan Supernova
berarti menebarkan potensi ledakan itu ke orang-orang.
Sebanyak-banyaknya. Itu tujuan dia bikin Supernova.”
“Ledakan?” Mata Gio menyipit.
“Ledakan pikiran,” jawab Re, “Diva bolak-balik bicara
tentang evolusi kesadaran. Diskusi kami selalu berujung ke
sana.”
Gio menelan ludah. Bersiap mengambil risiko dengan
pertanyaan yang bakal ia ajukan. “Kamu pernah dengar
tentang ‘Peretas’?”
“Maksudnya, hacker? Kayak Toni, gitu?”
Gio menggeleng. “Bukan yang seperti itu. Pernah dengar
‘Infiltran’?”
Re gantian menggeleng. “Apa itu?”
Napas Gio mengembus, ia berusaha tersenyum. “Nggak
penting. Dan, nggak ada hubungannya juga, sih. Sori, cuma
tahu-tahu kepikir.” Gio kembali mengambil langkah ke arah
pintu.
Dari awal bertemu, Re bisa merasakan keterbukaan Gio dan
kesungguhannya mencari tahu perihal Diva. Baru sekarang Re
merasakan Gio menahan sesuatu.
“Gio….” Kalimat Re terjeda oleh sorot yang ia kenal dan
pahami betul. Sorot orang yang terluka. Hanya cinta yang
227

