Page 255 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 255
Keping 62
“Sori, Bodhi. Sepertinya ransel bututmu bakal….” Sebuah
benda tahu-tahu mencelat kencang menembus kain ransel,
memantul ke pinggiran besi pembatas jalan, dan mendarat
di dekat kaki Bodhi. Ransel itu pun ambruk ke tanah. “Bakal
tambah butut,” lanjut Kell.
Alfa menganga melihat ransel Bodhi yang koyak seperti
ditembus peluru.
Bodhi memungut batu licin berwarna merah yang
tergeletak di antara kedua telapak kakinya. “Ini dari kalung
Ibu Sati,” katanya lirih.
“Dari tadi di mobil, dari masih di E-Pop, berarti kita sudah
bareng batu merah itu. Kenapa baru sekarang ketahuan?” seru
Alfa.
“Awareness,” cetus Kell. “Kesadaran menentukan segalanya.
Kamu bisa dikelilingi benda-benda berkekuatan luar biasa, tapi
tanpa kesadaran, kamu bakal menganggap mereka benda biasa.
Selamanya kamu nggak punya akses untuk memanfaatkannya.
Batu kecil itu, misalnya, dia vampir yang mengisap energi dan
kemampuan Bodhi tanpa dia sadari. Dan, batu-batu kalian
dengan mudah mendeteksinya. Dengan satu syarat. Kalian
sadar.”
“Kita apakan batu merah ini?” tanya Bodhi.
“Di tangan beberapa Infiltran, batu ini bisa berguna
banyak. Tidak buatku.” Kell mengambil batu itu dari tangan
Bodhi, lalu melemparnya sejauh mungkin. Benda mungil itu
pun melayang sejenak di udara sebelum menghilang di jurang.
240

