Page 254 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 254

IntelIgensI embun PagI

              “Tenang, Bodhi. Ada caranya,” ucap Kell. “Pak, kita berhenti
           dulu.”

              Sopir itu menoleh kaget. Setelah dua hari bersama, baru
           kali itu ia mendengar Kell berbicara dengan bahasa Indonesia.
           Mobil itu pun minggir di sebuah tepian jalan yang dibatasi
           penghalang besi. Sekumpulan pohon cemara tua berdiri
           menaungi. Beberapa langkah dari sana, pinggiran tebing

           sudah terlihat.
              “Kemarikan tasmu,” kata Kell.
              Bodhi menyerahkan ransel parasutnya.
              “Barang butut begini masih kamu pakai? Kaus kakiku saja
           masih lebih bagus.” Kell menerima ransel kumal yang dipenuhi
           bermacam emblem itu sambil mengernyit. “Aku pinjam dua
           batu kalian.”
              Bodhi dan Alfa sama-sama menyerahkan batu mereka.

           Alfa mengambil dari tas, sementara Bodhi mengambil dari
           kantong celana.
              “Sama seperti Infiltran dan Sarvara yang saling tolak-
           menolak,  properti  Sarvara  pun  akan  terdesak  jika  dikepung
           oleh properti Infiltran.” Dengan menggenggam dua batu

           masing-masing di tangan kanan dan kirinya, Kell memindai
           ransel Bodhi yang ia letakkan di tanah.
              “Apa itu….” Alfa memelotot melihat ransel itu bergeser
           dan kemudian melayang dari tanah. Tampak ada tonjolan kecil
           dari sudut tas yang menjadi tumpuan ransel Bodhi yang sarat
           isi.



                                                                 239
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259