Page 260 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 260

IntelIgensI embun PagI

              “Rumah Pak Kas di mana? Nggak di sini, kan?” Sambil

           berjabat tangan, Alfa bertanya.
              “Yang  bobrok  ini maksudnya?  Wah,  ya  ndaklah. Masa
           tamu-tamu besar aku tampung di tempat begini? Ini cuma
           titik pertemuan. Disuruh pulang saja mobilnya. Aku yang

           antar ke dalam.” Sopan, Kas mengarahkan jempolnya ke arah
           bukit kosong.
              “Ke dalam mana, Pak?” tanya Bodhi.
                                                      15
              Kas tertawa. “Matanya belum melek ya, Tole ? Kalau sudah
           melek, dari sini juga sudah kelihatan harusnya. Ayo, kita jalan.”
           Kas menggiring sepedanya kembali menaiki bukit.

              Melihat itu, Alfa buru-buru menghampiri mobil sewaannya
           untuk membereskan transaksi yang harus terputus mendadak.
           Dari jalur yang dipilih Kas, petualangan baru mereka
           kelihatannya  tidak  membutuhkan  lagi  kendaraan  beroda

           empat.






           Langit lembayung menerangi hamparan bukit bermahkotakan

           ilalang liar yang malai-malainya menjulurkan bulir putih halus.
           Mereka berjalan beriringan di setapak kecil yang berujung
           pada jembatan kayu dengan konstruksi besi tertancap ke
           lereng. Terdengar konstan gemercik suara air dari bawah sana.


           15   Panggilan untuk anak laki-laki (bahasa Jawa).


                                                                 245
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265