Page 268 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 268

IntelIgensI embun PagI

              “Nggak ada yang percuma dari persahabatan,  Toni.
           Petunjukku berhasil memberikanmu bisnis paling stabil yang

           pernah kamu punya. Tempat ini bikin kamu sedikit naik kelas
           dari hacker jalanan.”
              “Aku bisa jadi apa saja yang aku mau.”
              “Masalahnya, kamu nggak pernah tahu apa yang kamu
           mau.”

              Toni terdiam. Sejak kali pertama ia bekerja sama dengan
           Liong, tak terhitung berapa kali mereka berargumen. Namun,
           ia harus mengakui sering kali Liong benar.  “Aku harus
           bagaimana dengan Petir?” tanya Toni lirih.
              “Dia tetap temanmu. Peretas atau bukan.”
              “Bagaimana dengan kita?”
              “Aku tetap membutuhkanmu untuk membantu Peretas
           yang lain. Kerja sama kita belum selesai.” Liong berjalan ke

           arah pintu. “Umbra adalah komitmen seumur hidup.”
              “Mudah-mudahan setimpal,” gumam Toni.
              Liong berjalan keluar melewatinya tanpa berkata apa-apa
           lagi.







           Tetes hujan satu-satu mulai terdengar di genting. Alfa
           melongok ke jendela. Langit yang biru tua kini sudah benar-
           benar kelam. Segenap perbukitan gelap gulita. Hanya di dalam
           rumah mereka yang terang benderang. Alfa terus celingukan.



                                                                 253
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273