Page 266 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 266

IntelIgensI embun PagI

              “Di mana orangnya?”
              “Masih di ruang  home theatre,”  jawab Kewoy sambil
           menunjuk  ke  belakang. “Siapa,  sih?  Pakaiannya  aneh  kayak

           pendekar kungfu. Tampangnya kayak anak SMP, tapi ngakunya
           utusan perusahaan. Kliennya Bos, katanya. Apa tadi namanya,
           hmmm, PT Infiltran?”
              Toni menghela napas panjang.
              “Perusahaan apa sih, Bos? Filter air?”
              Tanpa berkomentar,  Toni meninggalkan Kewoy dan
           menghampiri pintu besar yang terletak tepat sebelum
           perbatasan area hunian Elektra. Alih-alih menggunakan
           ruangan rapat,  Toni sengaja memperuntukkan ruang  home

           theatre untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan tamu
           khususnya. Ruang satu itu sudah dianggap kamar pribadi Toni
           dan tidak bisa dimasuki sembarangan.
              Deru udara sejuk yang dihasilkan pendingin ruangan
           menampar kulit  Toni. Dalam keremangan, seorang pria
           berkepala  gundul  berbalut  changsan  hitam  tampak  bersila
           dengan mata terpejam di atas karpet.
              Mendengar kedatangan  Toni, matanya pun membuka.
           “Dari mana saja?”
              “Kan, katanya disuruh ikut kata hati.” Toni menutup pintu,
           lalu bersandar di dinding, kedua tangan direndam di kantong
           sweter.  “Aku ke Jakarta. Ketemu yang namanya Gio. Pasti

           kamu sudah tahu.”
              “Temanmu kritis hari ini, dan kamu nggak di sini.”
              “Elektra?” Toni tersentak. “Dia kenapa?”


                                                                 251
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271