Page 265 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 265
Keping 63
Tangannya lantas meraba kepala gorila yang melekat di
badannya. Mengembalikan baju pinjaman, cetus Gio dalam
hati. Alasan masuk akal yang bisa jadi alibinya.
16
“Gio, vamos comer! Makan malam sudah siap!” Ayahnya,
Antonio, memanggil dari dalam rumah dengan wajah
semringah. Antonio menyukai makan malam lebih awal yang
kemudian dilanjut berjam-jam dengan satu atau dua botol
anggur merah. Kebersamaan lengkap dengan istri dan anaknya
adalah kemewahan yang jarang bisa ia nikmati.
17
“Estou chegando!” Gio menyahuti panggilan ayahnya.
Bertepatan dengan itu, tetes air jatuh ke layar ponselnya,
menyusul beberapa titik yang terasa di kepala dan bahu. Hujan
menembusi atap tanaman rambat di gazebo dan membubarkan
kebimbangannya. Gio pun bangkit berdiri. Ponselnya kembali
masuk kantong.
Toni turun dari taksi yang ia tumpangi dari stasiun kereta api,
mengindahkan gerimis yang mulai berubah menjadi titik-titik
air besar. Tanpa menoleh kiri-kanan, ia melewati keramaian
pengunjung Elektra Pop yang bertumplak di area makan
warung Yono dengan langkah-langkah besar.
“Bos,” panggil Kewoy yang melompat sigap mengadang
Toni. “Ada yang nungguin. Dari tadi pagi, tuh.”
16 Kita makan (bahasa Portugis).
17 Saya datang (bahasa Portugis).
250

