Page 267 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 267

Keping 63


             “Dia bakal jadi sinse jempolan, sekaligus jadi kacing calang.
           Kamu tahu apa itu? Peretas yang gagal menetas. Sama seperti

           Bintang Jatuh.”
             Toni menelan ludah. Sulit baginya memproses apa yang
           baru saja ia dengar. Baru semalam ia meninggalkan Bandung,
           sudah terjadi perubahan di luar dari bayangannya.
             “Nggak perlu murung begitu. Bukan salah kamu, Ton. Ini

           memang kabar buruk, tapi mungkin ini sudah nasib gugus
           mereka.”
             “Nasib? Sudah urusan lintas dimensi dan kita masih
           mentok di soal nasib?”
             “Aku semata-mata menggunakan bahasa yang bisa kamu
           mengerti.”
             “Jangan  remehkan  kemampuanku, Liong. Aku memang
           bukan Peretas, tapi konsep canggihmu belum tentu sesusah

           itu dimengerti.”
             Liong menatap  Toni dengan tajam.  “Menembus
           keterbatasan bahasa dengan bahasa adalah misteri yang belum
           bisa kupecahkan sampai hari ini.”
             “Kalau nggak bisa menjelaskan, tunjukkan saja kalau begitu.

           Aku juga bosan dengar penjelasan. Aku butuh pengalaman
           langsung.”
             “Tidak perlu memaksakan diri untuk sesuatu yang jelas-
           jelas di luar jangkauanmu.”
             “Jadi, sudah? Bertahun-tahun aku di sini, mengawasinya,
           terus percuma? Selesai begitu saja?”



           252
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272