Page 284 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 284

IntelIgensI embun PagI

           sangka. Kerinduan dan ketenangan. Entah bagaimana, kini Re
           yakin. Diva baik-baik saja. Di mana pun ia berada.







           Gio  membuktikan  kata-katanya.  Zarah  harus  mengakui
           keandalan Gio yang mampu menghidupkan instalasi air di

           rumahnya dengan cepat dan lancar. Sebuah pompa air gres
           berhasil terpasang dan kini mengisi bak-bak penampungan
           dengan arus melimpah. Zarah merasa sedikit bersalah karena
           hanya bisa menyuguhkan minuman ala kadarnya untuk
           membalas bantuan itu.
              Sementara  itu,  Gio  tampak  menikmati  betul  proyek
           sosialnya. Ia bahkan berinisiatif untuk membereskan sampai
           ke halaman, membabat kepungan semak di kebun depan dan

           belakang. Rumah mungil itu kini lebih benderang diterangi
           cahaya matahari dari dua arah.
              Dengan jejak keringat yang masih melekat, keduanya
           duduk begitu saja di tegel teras belakang yang dingin. Zarah
           menuangkan  air minum  ke dalam  cangkir-cangkir  dan

           menyuguhkan satu untuk Gio.
              “Aku suka cangkir ini.” Gio menjentikkan jari ke pinggiran
           cangkir enamel bercorak hijau-putih dalam genggamannya.
              “Aku juga,” jawab Zarah. Entah apa alasan Gio, tapi Zarah
           menyukainya karena itulah perangkat minum yang selalu
           dipakai ayahnya.  Walau sudah rompal dan kusam terkena



                                                                 269
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289