Page 285 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 285

Keping 64


           zat tanin bertahun-tahun, Zarah akan selalu menyimpannya.
           Cangkir-cangkir itu adalah portal baginya untuk mengenang

           Firas.
             Gio menoleh ke belakang bahunya. “Kamar yang itu kapan
           dibereskan?” Seperti kemarin, satu pintu itu masih tergembok
           dari luar.
             “Nanti saja.” Zarah mengangkat bahu.

             “Kenapa?”
             “Hmmm?” Zarah tak siap ketika Gio malah bertanya.
             “Kenapa nggak sekarang? Mumpung ada yang bantu.”
           Pertanyaan Gio yang sesungguhnya adalah ada apa dengan
           kamar  itu?  Meski  tak  terucap,  baik  ia  maupun  Zarah  bisa
           mendengarnya.
             “Itu kamar kerja ayahku. Banyak barang pribadi.”
             “Aku tahu rasanya, Zarah,” Gio mengucap pelan,

           “kehilangan seseorang tiba-tiba. Tanpa jejak.”
             Zarah menatap Gio lekat sebelum akhirnya membuang
           pandangan ke arah lain. Dalam hati, ia mereka-reka, apakah
           itu faktor yang menciptakan kedekatan instan ini? Nasib yang
           ternyata serupa? Gio baru muncul dua hari dalam hidupnya,

           tapi Zarah merasakan kenyamanan dan rasa percaya setingkat
           dengan yang ia rasakan kepada Paul dan Zach. Hanya logika
           yang menahan Zarah untuk membuka diri sepenuhnya.
             “Siapa?” tanya Zarah.
             Kali ini Gio yang tergagap.  Tidak siap Zarah bertanya
           begitu langsung.



           270
   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290