Page 287 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 287

Keping 64


             “Terserah kamu. Kalau di Jakarta, aku yang pilihkan tempat.
           Kalau di Bogor, kamu yang pilih.”

             “Bogor.”
             “Fine. Restoran mana?”
             “Di sini.” Zarah tersenyum lembut. “Ini malam pertamaku
           kembali ke rumah ini. Aku mau kamu jadi tamu pertama.”
             “Tapi, aku sudah di sini.”

             “Sekarang masih pagi,” kata Zarah sambil mengetuk jam
           tangannya. “Sampai ketemu nanti malam.”
             “Jam enam? Aku biasa makan malam awal.”
             “Setengah enam kalau gitu.”
             “Jam lima. Kita minum teh dulu kayak orang-orang
           London.” Gio bangkit berdiri. “Sampai nanti, Zarah Amala.
           By the way, gorilamu bakal balik malam ini dalam keadaan
           tersetrika dan terlipat rapi.”

             Zarah  mengembuskan  napas  lega.  Penawaran  Gio  telah
           memberikannya kesempatan untuk membuka diri. Sehari lagi.
             Gio setengah berlari masuk ke mobil. Bersyukur karena
           ia berani mengikuti intuisinya dan ternyata disambut
           baik. Kegembiraannya bahkan mampu mengalahkan sakit

           kepalanya yang tak berhenti sejak tadi pagi. Akhirnya, ia punya
           kesempatan untuk kembali menemui Zarah. Sehari lagi.











           272
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292