Page 289 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 289

Keping 65


             “Kemampuan navigasiku lumayan dan aku sudah ke sana
           dua kali, Ma. Tenang, nggak bakalan nyasar.” Gio menjawab,
           tapi pikirannya seperti berada di tempat lain.

             “Mikir apa, sih? Gelisah amat dari tadi.”
             “Nggak.”
             “Pakai baju dululah.” Jia berkacak pinggang melihat Gio
           yang bertelanjang dada.
             “Sebentar, mau  cukuran  dulu.” Gio  menghilang lagi  di
           kamar mandi.
             Jia mengintip ke dalam kamar anaknya. Di tempat tidur,
           tergeletak tiga baju. Dahi Jia berkerut. Setahunya, Gio tidak
           pernah berpikir panjang soal baju.

             Sepuluh menit kemudian, Gio keluar. Resik dan klimis.
             “Sebentar.” Jia mengendus udara. “Kamu… pakai parfum.”
             “Terus?”
             “Kamu nggak pernah pakai parfum.”
             “Sekali-sekali pernah, kok.”
             “Gio Clavis Alvarado. Harusnya kamu lebih jujur sama
           mamamu sendiri.”
             “Kenapa rasanya aku kayak bikin dosa besar gara-gara
           pakai parfum?”
             “Tunggu. Jangan pergi dulu.” Jia balik badan, meraih
           sarung tangan karet dan gunting tanaman dari laci, lalu pergi
           ke halaman belakang.

             Tak sampai lima menit, Jia kembali membawa lima batang
           mawar beraneka warna yang sudah dibersihkan dari daun dan
           duri. “Bawa ini.”


           274
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294