Page 290 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 290
IntelIgensI embun PagI
“Ini… untuk apa, Ma?”
“Mama nggak pernah tahu apa yang salah denganmu.
Kamu itu gagah, pintar, nggak pernah bikin orangtuamu
repot, tapi peruntunganmu sangat buruk kalau sudah soal
perempuan. Mungkin gara-gara kelamaan di gunung, kamu
nggak tahu lagi bagaimana etika berkencan yang baik. Kamu
harus bawa sesuatu, Gio. Nggak jadi soal apa barangnya. Yang
penting perhatianmu.”
“Mama….”
“Aku nggak perlu tahu siapa namanya. Aku nggak perlu
tahu kalian kenal di mana. Yang jelas, malam ini, kamu harus
bawakan dia bunga.” Dengan cekatan ibunya mengikat kelima
batang mawarnya dengan seutas pita.
Gio akhirnya menerima buket ramping itu. “Obrigado,”
ucapnya berat.
“Kamu tahu artinya angka lima? Cinta. Lima adalah angka
cinta. Ini mungkin tanda-tanda keberuntunganmu.”
19
Gio tak bisa menahan tawanya. “Você é o melhor, Mama.”
“Kamu boleh pulang jam berapa pun!” Seruan Jia mengiringi
langkah Gio keluar rumah.
Sedan berwarna biru tua metalik memasuki pekarangan
rumahnya. Zarah menyambar handuk kecil, tergesa menuju
19 Kamu yang terbaik (bahasa Portugis).
275

