Page 303 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 303

Keping 65


             Reaksi Gio di luar dugaan Zarah. Kasur dan seperangkat

           perlengkapan tidur yang sudah terpasang rapi di kamar
           utama adalah segelintir barang baru yang ia beli khusus untuk
           kepindahannya. Kali ini ia bukan cuma berbekal kantong
           tidur. “Kenapa memangnya?”

             “Aku rasa kamu nggak usah di sini dulu.”
             “Gara-gara tadi ada Pak Simon?”
             “Please, Zarah, jangan salah sangka, aku nggak pengin
           punya prasangka buruk sama siapa pun. Aku cuma benar-
           benar nggak bisa ninggalin kamu sendirian di sini.”
             “Rumahku memang jauh dari mana-mana. Tapi, lingkungan

           ini aman. Dan, apa yang bisa diambil, coba? Nggak ada apa-
           apa di sini.”
             Semua yang diucapkan Zarah masuk akal. Simon adalah
           salah seorang kepercayaan Zarah. Rumah ini adalah rumah

           yang sudah Zarah huni sejak ia lahir. Sementara, dirinya
           adalah orang yang baru datang ke dalam hidup Zarah dua
           hari yang lalu. Gio menelan ludah. Perasaannyalah yang tidak
           masuk akal.
             “Di sini aman, Gio.”

             “Firasatku bilang ‘nggak’. Sounds stupid, I know.”
             “Nanti aku kunci semua pintu dan jendela,” kata Zarah lagi.
             Gio menghela napas. “Kamu mau di sini malam ini, oke.
           Aku temani.”

             “Maksudnya?”



           288
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308