Page 299 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 299

Keping 65


             Liong menatap Kell dan Kas.  “Kalian juga belum kasih

           tahu kalau di sini mereka tidak butuh kamar mandi?”
             “Aku suruh mereka ke sungai,” kata Kas pelan, “biar ndak
           bosan.”







           Beberapa langkah lagi sebelum ia menabrak batas perimeter.
           Tak bisa lebih jauh. Simon tahu, di dalam rumah itu, mereka
           bisa mendengar kedatangannya. Ia pun tahu, bagi beberapa
           pihak di luar sana keberadaannya menusuk bagai paku terinjak

           kaki telanjang.
             Di dalam rumah Gio dan Zarah sama-sama mematung.
           Mereka menangkap bunyi yang sama. Tapak kaki di atas batu
           kali berderak memecah kor serangga malam.

             “Mungkin Hara atau Ibu.” Zarah beranjak.
             “Tunggu,” Gio menahannya, “aku yang cek.”
             Tapak kaki itu terdengar berhenti di satu tempat, tidak
           melangkah lebih jauh. Gio menyibak tirai. Pemandangan di
           luar gelap gulita. “Lampu terasmu mati.”

             “Padahal, tadi siang sudah kupasang bohlam baru. Mungkin
           putus. Listriknya memang belum stabil,” sahut Zarah. “Kamu
           lihat ada orang?”
             Gio meraih lampu darurat portabel yang bersiaga di pojok

           ruangan. “Pintu belakang terkunci?” tanyanya.



           284
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304