Page 300 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 300

IntelIgensI embun PagI

              Zarah menekan pegangan pintu untuk memastikan.
           “Sudah,” jawabnya. Buru-buru ia menggeser selot yang
           tertempel di bagian atas pintu.

              “Aku cek keluar. Kamu di sini,” Gio menandaskan. Ia pun
           membuka pintu, mengarahkan lampunya ke setapak batu kali.
           Di ujung sana, terlihat siluet seseorang berdiri.
              “Selamat malam!” Suara itu lantang, menyapa dengan
           percaya diri, seolah yakin kedatangannya bakal disambut
           hangat.
              Zarah terkesiap mendengar suara yang ia kenal. Bergegas ia
           menyusul Gio ke depan. Sepintas siluet yang ia lihat semakin
           meyakinkan Zarah bahwa pendengarannya tak salah.

              “Pak Simon!” seru Zarah sambil berlari menghampiri.
              “Zarah. Apa kabar?”
              Mau tak mau, Gio ikut mendekat. Melihat tamu mereka
           dari dekat. Seorang pria berperawakan kecil dengan sebatang
           tongkat di tangan kanan, tertawa lebar dalam kegelapan.
              “Pak  Simon,  kok,  bisa  ada  di  sini?  Kapan  datang?”
           Pertanyaan itu terdengar terlalu sederhana untuk kejutan yang
           sedemikian besar. Zarah tak tahu lagi harus bertanya apa.
              “Sebetulnya cuma ingin menengokmu dan keluarga. Saya
           masih menyimpan alamatmu.”
              “Keluarga saya sudah nggak tinggal di alamat ini lagi, Pak.
           Kebetulan malam ini saya pas lagi kemari.”

              “Wah,  kalau begitu, beruntung  sekali  saya. Pantas tadi
           kelihatannya gelap. Cuma, saya lihat ada mobil, jadi saya coba
           masuk.”


                                                                 285
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305