Page 298 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 298

IntelIgensI embun PagI

           Infiltran masih membutuhkan keajaiban.” Alfa pun berbalik
           dan berjalan meninggalkan mereka, masuk ke kamarnya.
              “Dia terpukul soal Asko, dan… hal lain.” Bodhi memecah

           keheningan di antara mereka berempat yang tersisa di ruang
           tengah.
              “Bagaimana penglihatanmu?” tanya Liong.
              “Makin stabil,” jawab Bodhi. Hanya sekejap ia bisa beradu
           mata dengan Liong. Sudah lebih dari 24 jam sejak reuni besar
           mereka di Elektra Pop, sudah jelas pula dilihatnya bahwa
           Liong memang bukan makhluk biasa, tetap saja Bodhi merasa
           canggung untuk berinteraksi dengannya.
              “Kamu sudah bisa lihat kisi Peretas?”

              “Aku cuma bisa melihat sebatas sambungan antara aku dan
           Alfa. Itu pun samar dan sebentar.”
              Liong mengangguk.  “Akan jauh lebih mudah untukmu
           menangkap frekuensi benda-benda Bumi karena itulah
           rentang yang sudah biasa kamu tangkap. Kisi kami, Sarvara,
           dan Peretas, ada di luar rentang itu.”
              “Apa yang bisa kulakukan biar penglihatanku optimal?
           Nunggu juga? Aku sudah menemukan batuku. Aku bahkan
           tinggal seatap dengan enam pemancar besar. Tetap saja, ini
           belum maksimal. Apa aku harus masuk lagi ke Asko?”
              “Ada dua kategori pertanyaan, Bodhi,” kata Liong.
           “Pertanyaan kategori pertama bisa langsung kujawab….”

              “Kategori kedua. Aku tahu.” Bodhi berbalik, menyambar
           senter dari tasnya lalu pergi keluar. “Rumah ini butuh kamar
           mandi!”


                                                                 283
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303