Page 308 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 308

IntelIgensI embun PagI

              NB.  Sedikit aneh rasanya berkomunikasi  dengan
           Supernova sekaligus mengenalnya secara pribadi. Kami perlu
           membiasakan diri.



              Re membaca judul dokumen yang ikut dilampirkan.
           Tertera  KPBJ-Manuskrip.  Beberapa kali klik, dokumen itu
           pun terbuka. Baris pertama, tercetak tebal dalam huruf kapital:
           KESATRIA, PUTRI, dan BINTANG JATUH.

              Tanpa perlu pertimbangan, Re segera menyudahi sesi
           kerjanya malam itu dan mulai membaca.






           Tidur dangkal lama-kelamaan membuka celah untuk Gio
           menangkap suara gesekan kertas dan cahaya lampu yang

           berasal dari ruangan setengah terbuka di hadapannya. Ia
           menggeser ritsleting kantong tidurnya dan menggeliat keluar.
              Tampak punggung Zarah di balik sandaran kursi lipat,
           duduk menghadap tembok. Meja di depannya terisi oleh
           tumpukan buku dan kertas. Dinding di ruangan itu ditempeli
           rak kayu sambung-menyambung yang sebagian besar masih

           terisi jajaran buku dan diktat. Beberapa sketsa yang digambar
           tangan terpajang di sela-sela buku dalam pigura kaca.
              Mendengar langkah di belakangnya, Zarah menoleh.
              “Belum tidur dari tadi?” tanya Gio.
              “Nggak bisa tidur. Sori, jadi kebangun, ya?”



                                                                 293
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313