Page 301 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 301

Keping 65


             “Mobil Bapak diparkir di mana?” tanya Gio.
             “Di dekat jalan besar, sedang memutar dulu.  Takutnya

           buntu kalau masuk ke sini, jadi saya suruh tunggu di depan.
           Ternyata ada carport juga,” kata Simon sambil melirik mobil
           Gio.
             “Gio, ini Pak Simon Hardiman dari Glastonbury, yang tadi
           kuceritakan.”

             “Ha! Panjang umur saya!” Simon tertawa sambil menjabat
           tangan Gio. “Semoga Zarah ceritanya yang bagus-bagus saja.”
             Gio menyambut jabat tangan itu meski tidak mampu
           memaksakan diri untuk kelihatan seantusias Simon. Sesuatu
           mengganggunya. Entah apa. Tidak ada yang tampak salah dari
           pria itu, tapi kehadirannya terasa mengganjal.
             “Semuanya baguslah, Pak.” Zarah tersenyum lebar.  “Pak
           Simon mau masuk dulu?”

             “Saya nggak bisa masuk, maksud saya, saya nggak bisa
           lama-lama. Mungkin lain kali saja saya kemari lagi? Saya
           nggak ingin mengganggu.”
             “Oh, sama sekali nggak ganggu kok, Pak,” sahut Zarah
           cepat.

             “Lain kali, Zarah.” Meski diucapkan dengan ramah,
           penolakan Simon terdengar tegas.
             “Bapak pulang lagi ke Jakarta?” tanya Zarah.
             “Saya tadi dari Bandung, lalu kupikir, ah, kenapa nggak
           mampir kemari sebelum ke Jakarta.” Simon menatap keduanya
           dengan hangat. “Sungguh saya senang bertemu kalian berdua.”



           286
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306