Page 305 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 305

Keping 65


             Kas menyedot rokoknya dalam-dalam. “Lha, bukannya itu
           memang ciri khas Simon?”

             Liong melirik ke arah Kas. “Aku nggak habis pikir untuk
           apa kamu buang-buang napasmu mengisap itu.”
             “Aku ngisap asap kretek, kamu ngisap asap hio. Sudah jatah
           masing-masing. Ndak usah dibahas lagi.”
             Bendera merah di dekat mereka berkibar ditiup angin

           malam. Kell menggoyang pasak yang menghunjam tanah.
           Bambu kurus itu bergerak dengan mudahnya tanpa
           perlawanan. “Sulit kupercaya,” gumamnya diiringi decak. “Kita
           harus memanipulasi atom untuk bikin barikade pengamanan.
           Sementara di sini, cukup pakai kain merah dan tiang bambu.
           Siapa sangka metode seprimitif ini bisa lebih efektif?”
             “Rasa takut adalah kendali paling efektif dalam sejarah
           manusia,” sahut Liong.  “Sarvara-lah yang paling ahli

           menggunakannya.”
             “Jadi, kapan kita mulai intervensi, Yong?” Kas berjongkok
           di samping pasak bambu.
             “Aku masih berhitung. Gerbang dan Kunci adalah perkara
           sensitif. Sebelum sekuens mereka tuntas, terlalu banyak

           probabilitas kegagalan.”
             “Jangan lama-lama ngitungnya. Nanti keduluan lagi,”
           balas Kas. “Portal Bukit Jambul itu portal bulan. Besok itu
           purnamanya, lho.”
             “Bisa-bisanya kamu mengira aku tidak tahu kalau besok
           purnama?” sahut Liong.



           290
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310