Page 304 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 304

IntelIgensI embun PagI

              “Kamu ada sleeping bag, kan?”
              Zarah mengangguk. Ransel dan perlengkapan esensialnya,

           termasuk selembar sleeping bag, sudah ia angkut dari rumah
           Pak Ridwan.
              “Kamu tidur di kamar. Aku pakai sleeping bag di sini.”
              “Gio, kamu nggak usah….”
              “Kalau ada apa-apa, setidaknya kita ada kendaraan. Kalau

           aku pergi, kamu cuma sendirian dengan sepeda, dan tetangga
           terdekatmu baru ada setengah kilometer dari sini.” Keteguhan
           dalam nada bicara Gio tidak memberikan ruang untuk tawar-
           menawar.
              Argumen Gio belum berhasil meyakinkannya, tapi Zarah
           memutuskan untuk tidak mendebat lebih lanjut, menyadari
           bahwa sebagian dirinya mensyukuri keputusan Gio untuk
           alasan yang sama sekali tidak berhubungan dengan isu

           keamanan.






           Tiga sosok manusia berdiri dalam kegelapan. Satu di antaranya

           menyalakan pemantik api. Sekejap kemudian, tercium aroma
           kretek. Beberapa bara api beterbangan bagai kelip kunang-
           kunang.
              “Dia benar-benar nekat datang sendirian,” kata Liong
           pelan.





                                                                 289
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309