Page 309 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 309

Keping 66


             “Aku juga cuma tidur-tidur ayam. Sakit kepala.”
             “Sama.”
             “Oh, ya? Sejak kapan?”

             “Dari kemarin. Kadang hilang, kadang muncul lagi.”
           Zarah meregangkan tangannya.  “Daripada tidur, mending
           aku bongkar-bongkar ruangan ini. Biar mumetnya nggak
           nanggung.”
             Gio tersenyum seraya mengurut pelipis kanannya. “Sini,
           aku bantu. Sudah sampai mana?”
             “Nggak sampai mana-mana.” Zarah menggeleng sambil
           mengembus napas panjang. “Sebelum Ayah hilang, dia pernah
           bilang, semua yang kucari ada di sini. Sampai sekarang aku

           nggak ngerti maksudnya apa. Aku sudah bongkar isi kamar
           ini berkali-kali. Nggak kutemukan petunjuk apa pun ke mana
           dia pergi.”
             “Kapan terakhir kamu periksa? Empat-lima tahun yang
           lalu? Mungkin sekarang beda.”
             “Barang-barang ini nggak pernah ada yang utak-atik.
           Ibuku paling anti masuk ke sini.”
             “Bukan barangnya yang berubah, tapi fokus kamu,” kata
           Gio lembut.  “Kalau tadinya kamu fokus mencari lokasi,
           mungkin sekarang kamu coba fokus ke alasan dia pergi.”
             Ucapan Gio bagai dentang genta yang menggetarkan
           persepsinya. Zarah menatap tumpukan yang belum ia sentuh

           dari tadi. Fotokopi jurnal-jurnal Firas.
             Gio menyentuhkan  jemarinya di jilid-jilid berukuran
           kuarto itu. “Boleh?”


           294
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314