Page 310 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 310

IntelIgensI embun PagI

              Keraguan membekukan Zarah.
              “Kalau nggak juga nggak apa-apa.  Tadinya kupikir aku
           bisa bantu. Kamu pasti sudah baca jurnal ayahmu ratusan

           kali. Sebagai orang luar, mungkin pengamatanku bisa lebih
           objektif, lebih segar. Mungkin.”
              “Aku juga berpikir begitu, cuma… Ayah bukan seperti orang
           kebanyakan.” Zarah ingin berkata bahwa ia sesungguhnya
           khawatir. Gio akan gentar menghadapi isi benak Firas, manusia
           yang Zarah puja bagai dewa. Dan, pada akhirnya, Gio akan
           gentar dengan dirinya yang tak lain adalah hasil bentukan dan
           tempaan Firas.
              “Dia spesial,” Gio tersenyum, “aku ngerti.”

              “Silakan kalau kamu mau baca,” kata Zarah pelan, “makasih
           sudah mau bantu.” Ia melepas Gio membawa jurnal-jurnal
           yang terpisah menjadi lima bagian itu.
              Dari celah pintu ruang kerja ayahnya yang terbuka, sesekali
           Zarah mencuri pandang ke hamparan  sleeping bag  tempat
           Gio berbaring di sebelah lampu darurat yang tersambung
           ke colokan listrik, mengamati dan menanti kapan Gio akan
           bereaksi atas apa yang ia baca.
              Pandangannya     berangsur   mendarat    lebih   lama.
           Pengamatannya berangsur bergeser. Zarah mengamati desir
           dan deru dalam hatinya yang terjadi setiap kali matanya
           menemukan  Gio.  Sensasi  yang  menggetarkan  sekaligus

           menakutkan. Zarah mulai curiga kesimpulannya salah.
           Dirinyalah  yang  akan gentar menghadapi Gio. Bukan
           sebaliknya.


                                                                 295
   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315