Page 311 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 311

Keping 66









           Kesadaran Zarah menjemput perlahan, menggerakkan kelopak
           matanya untuk membuka. Mengonfirmasi intuisi bahwa sejak
           tadi ada seseorang di dekatnya.
             “Hai,” sapa Zarah lirih dengan suara parau. Ia ingat pamit
           tidur duluan ketika Gio masih membaca. Pikirannya mengais-
           ngais apa gerangan yang terjadi setelah itu; berapa lama ia
           tertidur, pukul berapa sekarang, berapa lama Gio duduk di
           pinggir ranjangnya, dan mengapa Gio bisa sampai ada di situ?

             “Kamu kenapa?” tanya Zarah seraya bangkit duduk. Jelas
           terlihat ketegangan di wajah Gio. Di tangan kanannya, ia
           menggenggam salah satu jurnal Firas.
             Mulut Gio membuka, sementara kata-kata seperti macet
           di kerongkongan. Gio sungguh tidak tahu harus memulai dari
           mana. “Ayahmu… dia… aku… aku tahu kenapa aku ada di
           sini.”
             Zarah tidak pernah membayangkan relasi apa yang bisa
           menempatkan Firas dan Gio dalam sebuah kalimat yang sama.
             “Informasi ini rahasia, Zarah. Aku tidak bisa cerita ke
           sembarang orang kecuali aku benar-benar yakin orang itu
           bisa kupercaya. Aku percaya kamu. Tapi, ini bakal kedengaran

           gila.” Suara Gio gemetar.
             Halus dan singkat, bagai hendak mengusik daun putri
           malu, Zarah mendaratkan telapak tangannya di bahu Gio.
           “Aku anak Firas Alzahabi. Aku nggak takut dengan kegilaan.”


           296
   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316